Canesten berguna untuk menangani infeksi jamur di kulit, seperti panu, kadas atau kurap, kutu air, dan infeksi jamur di vagina

Canesten berguna untuk menangani infeksi jamur di kulit, seperti panu, kadas atau kurap, kutu air, dan infeksi jamur di vagina. Obat ini ada berbentuk cream dan tablet vaginal.

Canesten memiliki kandungan bahan aktif clotrimazole. Obat ini bekerja dengan menghalangi perkembangan jamur pemicu infeksi.
Peringatan Saat sebelum Memakai Canesten
Tidak boleh memakai Canesten bila Anda mempunyai kisah alergi pada clotrimazole.
Tidak boleh beri Canesten pada beberapa anak umur di bawah 16 tahun dan lanjut usia di atas 60 tahun.
Berhati-hati memakai Canesten bila Anda mempunyai kisah penyakit ginjal.
Berhati-hati memakai Canesten tablet vaginal bila Anda sedang tiba bulan atau menstruasi.
Beritahu dokter bila Anda sedang hamil, menyusui, atau berencana kehamilan saat sebelum memakai Canesten.
Beritahu dokter bila Anda sedang memakai beberapa obat lain, terhitung suplemen dan produk herbal.
Obat ini cuman bisa dipakai sebagai obat luar. Tidak boleh memoleskan Canesten pada mata, hidung, mulut, dan kulit yang cedera, tergesek, atau terbakar.
Selekasnya ke dokter bila Anda alami reaksi alergi obat dan overdosis.
Jumlah dan Ketentuan Gunakan Canesten
Jumlah Canesten berlainan pada setiap orang, bergantung pada letak infeksi jamur yang dialami. Di bawah ini ialah jumlah Canesten untuk pasien dewasa:

Infeksi jamur di kulit
Berikan Canesten 2-3 kali satu hari, sepanjang 2-4 minggu.
Candidiasis vaginalis
Pakai 1 tablet Canesten vaginal 100 mg sekali satu hari, sepanjang 6 hari. Atau pakai 2 tablet Canesten vaginal 100 mg sekali satu hari, sepanjang tiga hari.
Langkah Memakai Canesten dengan Betul
Turuti panduan dokter atau info yang tertera di paket saat sebelum memakai Canesten.

Yakinkan Anda memakai Canesten seperti jumlah yang disarankan. Tidak boleh menambahkan jumlah tanpa konsultasi sama dokter.

Bersihkan tangan sebelum dan setelah memakai Canesten. Bila memakai Canesten berbentuk tablet vaginal, bersihkan ke-2 tangan sebelum dan setelah masukkan obat ini ke vagina.

Saat sebelum memakai Canesten cream, yakinkan anggota badan yang terkena pada kondisi kering. OIeskan cream Canesten seperlunya di tempat yang memiliki masalah, 2-3 kali satu hari.

Dianjurkan tidak untuk share pemakaian handuk atau baju, agar infeksi jamur tidak menyebar ke seseorang.

Canesten yang berupa tablet vaginal jangan dipakai untuk anggota badan yang lain. Pakai Canesten tablet vaginal pada malam hari, seperti panduan yang tertera di paket.

Hubungan Canesten dengan Obat Lain
Canesten dapat tingkatkan resiko berlangsungnya efek yang fatal, bila dipakai bersama-sama dengan alfentanil, brexpiprazole, butorphanol, tacrolimus, leflunamide, lomitapide, mipomersen, amphotericin B, dan nystatin.

Dampak Samping dan Bahaya Canesten
Canesten adalah obat yang aman jika dipakai sesuai ketentuan gunakan. Walau demikian, Canesten masih beresiko memunculkan beberapa efek.

Efek yang bisa tampil karena pemakaian Canesten cream ialah:

Tampil lepuh di kulit.
Merasa tidak nyaman dan ngilu di kulit.
Rasa terbakar di kulit.
Sedang pemakaian Canesten tablet vaginal dapat mengakibatkan efek berbentuk:

Rasa terbakar, gatal, atau ngilu pada vagina dan uretra (aliran kencing).
Kram perut sisi bawah.
Kerjakan pengecekan ke dokter bila alami keluh kesah di atas. Selekasnya ke dokter bila alami reaksi alergi obat, seperti ruam kulit yang gatal, bengkak pada bibir dan mata, atau kesusahan bernapas, sesudah memakai Canesten.

Saksikan selanjutnya tentang:

Aspergillosis
Candidiasis
Histoplasmosis

One Response to Canesten berguna untuk menangani infeksi jamur di kulit, seperti panu, kadas atau kurap, kutu air, dan infeksi jamur di vagina

  1. This will surely be added on my bookmark.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *